Pemindahan Pedagang Buku Bekas Belum Jelas

Proses pemindahan pedagang buku bekas di Jalan Perniagaan ke sisi timur Lapangan Merdeka sampai saat ini belum jelas.

Bahkan, Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan sendiri tidak bisa memastikan kapan realisasinya. Kadis Perumahan dan Pemukiman Kota Medan, Gunawan Surya Lubis mengatakan, sejauh ini pihaknya hanya memberikan surat peringatan pertama kepada pedagang buku bekas beberapa hari lalu.

Di dalam surat itu disampaikan bahwa mereka diminta segera mengosongkan lapak berjualan tersebut. Sebab, kios sementara itu akan segera dibongkar guna pembangunan jalur ganda kereta api. “Surat peringatan itu kami sudah kami layangkan dua hari lalu. Sebelumnya kami rapat dengan PT KAI terkait hal tersebut.

Masalah pemindahan, tentunya dilakukan setelah peringatan pertama, kedua, dan ketiga tidak diindahkan, maka dilakukan pembongkaran paksa,” tegas Gunawan kepada KORAN SINDO MEDAN , Kamis (21/7).

Gunawan menjelaskan, dalam surat peringatan tersebut juga disampaikan, apabila pedagang buku bekas tersebut tidak segera menempati kios di Lapangan Merdeka, maka mereka akan kehilangan haknya. Mereka tidak dibenarkan lagi berjualan di sana meskipun meminta. “Kami juga sudah sampaikan kepada pedagang buku agar segera menempatinya.

Apabila tidak juga mereka akan kehilangan haknya. Sebab, apa yang menjadi kewajiban kami sudah dilakukan. Untuk peringatan kedua akan disampaikan setelah tujuh hari peringatan pertama disampaikan,” jelasnya. Pria yang sebelumnya menjabat Kadis Bina Marga Kota Medan ini menegaskan saat ini kios yang terletak di Lapangan Merdeka sudah bisa ditempati.

Dimana perbaikan sudah dilakukan termasuk air, listrik, dan lainnya. Tangga sudah disiapkan dua unit di bagian ujung bangunan. Begitu juga dengan pembuatan rak untuk berjualan. Sementara itu, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis menegaskan, proses pemindahan tersebut dilakukan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan.

“Dinas Perkim yang menyiapkannya. Mungkin menunggu proses. Bagaimanapun itu tetrap dilakukan karena kios sementara itu akan dibongkar untuk pembangunan jalur ganda kereta api. Bahkan, PT KAI sudah berulang kali mengingatkan agar lahan tersebut segera dikosongkan,” jelasnya.

Sumber : http://www.koran-sindo.com

Posted in: Pemerintah

Leave a Comment